Skip to main content

Pisang

 Kisah ini terjadi kurang lebih tahun 80an, waktu itu tempat tinggal   masih sangat sporadis. Tinggal lah sebuah famili sederhana pada desa tetangga nenek nya. Keluarga itu terdiri berdasarkan suami-istri & 2 orang anak. Sang istri ini demi menunjang ekonomi famili, rela bekerja pada kota. Semenjak ditinggal istri kerja, beliau tak jarang main judi menggunakan sahabat-sahabat sesama penggila judi.

Suatu malam si bungsu ini nangis, perut nya kelaparan. Dia membuka lemari terdapat setandan pisang raja. Ukuran pisang itu gede banget.
"Mbak! Ini pisang nya ku makan ya?" Tanya si bungsu.

"Pisang? Jangan, nanti pada marahin Bapak. Ini makan singkong aja" balas si sulung.

Besok nya si bungsu ini buka lemari akan tetapi pisang itu telah gak terdapat. Sekitar dua hari lalu, si bungsu ini nangis malam-malam, jam segitu bapak nya sedang asyik-asyik nya berjudi. Dia buka lemari terdapat pisang raja itu lagi. Aneh nya pisang itu tetep segar, walaupun telah beberapa hari. Si Bungsu yg lapar jadi tergoda, akan tetapi beliau teringat kakaknya.

"Mbak! Pisang nya ku makan ya?!" Seru si bungsu.

Sulung pribadi beranjak ke dapur, pasal nya beliau gak jangan lupa nyimpan pisang pada dapur. Dalam hati nya si Sulung ini bahagia  banget, lantaran beliau pula lapar. Saat datang pada dapur, beliau kaget pasal nya saudara termuda nya telah nir terdapat. Si Sulung berteriak memanggil akan tetapi gak terdapat respon apa-apa, hanya hening. Lalu beliau melihat isi lemari, gak terdapat pisang disana.

Sulung pribadi keliling tempat tinggal   mencari adek nya, akan tetapi sekali lagi hening. Dia lantas pulang mencari Bapak nya pada loka berjudi. Sampai sana Sulung malah dimarahi disuruh pergi, selain berjudi Bapak nya pula mabuk rupanya. Sambil nangis gadis mini   itu pergi, beliau galau wajib  bagaimana. Lalu diperjalanan beliau bertemu Pak RT, syahdan Pak RT yg baik merupakan pahlawan desa. Si Sulung ini pada tanyai kenapa beliau nangis, beliau cuma jawab "saudara termuda ilang..saudara termuda ilang..".

"Ilang gimana?" Tanya Pak RT.

"Tadi mau minta makan, terus gak terdapat makanan. Lalu istilah nya terdapat pisang pada lemari, terus beliau hilang" jawab sulung sembari nangis.

Pak RT pribadi paham, beliau kemudian mengajak sulung kerumah nya & lalu menabuh kentongan desa. Warga pun berdatangan, Pak RT memberi intruksi agar membawa indera yg berbunyi nyaring. Seketika kampung sebagai ramai. Tempat judi Bapak nya Sulung pula ikut pada lewati. Lantaran risih beliau mencoba menegur orang-orang.

"Apa ini kok rame-rame?!"

"Eh goblok! Anak mu pada culik dhemit!" Sembur galat  seseorang rakyat .

Akhir nya beberapa penjudi ikut membantu mencari, akan tetapi gak si Bapak sableng ini, beliau & beberapa sahabat nya cuma pindah lokasi & lanjut berjudi. Warga lalu menyusuri barongan belakang tempat tinggal   famili itu, disana terdapat sebuah pohon beringin akbar . Diatas pohon itu terdapat sesuatu akbar  bergoyang-goyang. Tabuhan makin mengencang, galat  satu dahan pohon itu berguncang hebat, sampai terdapat sesuatu yg jatuh.

Salah satu rakyat  bergegas mendekati obyek itu, ternyata itu si Bungsu. Muka nya penuh menggunakan lumpur, beliau pribadi pada gotong menjauh. Tiba-datang terdapat seseorang rakyat  yg mengamuk, beliau berteriak kencang bak seekor macan. Warga kontan memegang nya agar nir menyerang, akan tetapi kekuatan nya akbar  sekali. Dia mencak mencak memukul mundur rakyat  yg berusaha menyergap nya. Tapi jumlah rakyat  yg belasan jauh lebih unggul, sebagai akibatnya berhasil pada kunci gerakan nya.



"BALEK NO ANAK KU!!! BALEK NO!! (kembalikan anak ku)" orang itu berteriak kencang, akan tetapi beliau permanen berdiri pada loka.

"Iku dudu anak mu!!(beliau bukan anak mu)" hardik Pak RT.

"AREK IKU DI SIO SIO WONG TUO NE, SAIKI AREK IKU TAK INGONI!!!! (Anak itu pada sia-sia kan ortu nya, jadi anak itu saya  yg rawat)"

"Ora iso! Ngunu iku bedo alam, wes ngaleh!! (Tidak bisa! Kalian beda alam, sana pulang!)"

Tiba-datang rakyat  yg kerasukan itu mengaum keras, rakyat  pada kurang lebih nya pada hempaskan kencang. Dia memasang kuda-kuda misalnya seseorang pendekar. Adu jotos menggunakan Pak RT pun terjadi, akan tetapi sejati nya insan derajat nya lebih tinggi, Pak RT menang & berhasil meroboh kan. Saat hendak pada keluarkan, dhemit pada orang itu berteriak.

"YEN AKU WERUH AREK IKI DI SIO SIO MANEH, BAKAL TAK JUPUK!! (Kalau saya  memahami anak ini pada sia-sia lagi, bakal saya  ambil!!)"


Saat itu seluruh orang lega akan tetapi pula ada emosi baru, mreka pribadi menghujat si Bapak yg gak becus. Di tengah kekacauan itu, Pak RT menenangkan rakyat  nya, agar jangan terhasut omongan setan. Saat itulah Si Bapak ada berdasarkan belakang rakyat , paras nya merah padam menunda malu. Saat beliau menggendong anak nya pergi, beliau berjanji jibila bakal jadi orang tua yg bertanggung jawab.

Setelah insiden itu, Si Bapak ini lebih tak jarang dirumah. Dia mulai memperhatikan anak nya, istri nya pula pergi berdasarkan kota. Sekitar beberapa hari selesainya istri nya kembali  kota, setan mulai berbisik lagi. Si Bapak ini lalu mulai aktif lagi berjudi.

Suatu malam si Bungsu ini kelaparan, uang berdasarkan bunda mreka digunakan berjudi si Bapak. Bungsu berjalan ke lemari & membuka pintu nya.

"Mbak! Ada pisang, ku makan ya?" Mendengar itu si Sulung meloncat & melihat saudara termuda nya memegang pisang yg datang-datang berubah sebagai tangan menggunakan jemari yg akbar . Si Sulung meraih satu tangan adek nya, sedangkan tangan lain pada genggam tangan akbar  itu.

"Cul no!! Adik ku ojo pada gowo!!! (Lepasin!! Adik ku jangan pada bawa!!)" Si Sulung sekuat energi menarik tangan saudara termuda nya.

Terjadi permasalahan tarik menarik, akan tetapi tubuh mini   Sulung gak bisa melawan tangan akbar  itu. Lalu datang-datang Bungsu mendorong Sulung, sampai Sulung terjatuh & gak sadarkan diri. Saat bangun Sulung melihat pintu lemari itu kosong & saudara termuda nya hilang. Sulung lantas melesat menuju tempat tinggal   Pak RT & melapor jibila adek nya hilang lagi.

Warga segera pada panggil & mereka menabuh indera-indera lagi. Sulung hanya menangis pada tempat tinggal   Pak RT sampai beliau terlelap. Dalam mimpi beliau bertemu adek nya, kemudian bungsu bilang agar kakaknya gak usah mencari beliau, beliau telah bahagia  tinggal disana, disana terdapat "bunda" istilah nya. Hingga beberapa hari Bungsu gak ketemu, Bapak nya pun pada periksa sang kepolisian & atas kesaksian rakyat , beliau ditangkap lantaran terbukti melakukan judi & pada bui. Sulung tinggal beserta Pak RT sampai bunda nya tiba berdasarkan kota. Ibu nya murka  & mengutuk si suami lantaran kelakuan nya. Sampe beliau sakit dua hari & pada rawat pada tempat tinggal   Pak RT. Si Ibu mencoba banyak sekali cara mencari si Bungsu, tetapi sia-sia.


Desa itu memberi kenangan tidak baik bagi nya, selesainya berterima kasih ke Pak RT & famili, sulung pun diajak ke kota & tinggal dirumah majikan nya kemudian beliau menceraikan suami nya. Konon waktu itu tempat tinggal   famili itu kosong, tetapi kerap terdengar bunyi anak mini   tertawa bahagia . Tapi waktu dilihat, tempat tinggal   itu permanen kosong.

Rumah itu sebagai angker, penduduk sporadis terdapat yg mau melintas pada dekat nya. Pernah terdapat yg mencoba menerawang, istilah nya galat  satu perabotan pada tempat tinggal   itu pada untuk berdasarkan pohon yg pada huni makhluk semacam wewe gombel. Wewe itu pindah ke pohon beringin akan tetapi punya akses keluar-masuk tempat tinggal   itu berdasarkan bekas tempat tinggal   nya. Coba tebak yg mana...

sumber Kaskus

Comments

Popular posts from this blog

Puji FPI tapi jelekkan NU, Muannas anggap Pandji sengaja adu domba

 Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid bereaksi keras atas ungkapan yang dilontarkan komika Pandji Pragiwaksono soal FPI. Dia menilai apa yang disampaikan Pandji, termasuk menyudutkan NU dan Muhammadiyah adalah cara tak bijak. Dia pun kemudian menduga jika Pandji tengah berusaha melakukan upaya adu domba. Diketahui sebelumnya Pandji menilai langkah Pemerintah membubarkan organisasi FPI bukan cara tepat. Selain itu FPI dia anggap sebagai salah satu ormas yang cukup banyak membantu masyarakat, utamanya kelas bawah. Berbeda dengan NU dan Muhammadiyah yang dinilai berbeda. Terkait hal ini Muannad lantas menyemprot Pandji atas puja-pujanya terhadap FPI dan sudutkan NU serta Muhammadiyah. “Sebutan Pandji NU dan Muhammadiyah jauh dari masyarakat itu bohong. Coba Anda cek sendiri acara di kampung-kampung, pengajian, tahlilan, rutinan, itu NU,” katanya. “Terus karena FPI hari ini sesuai maklumat Kapolri ada ormas terlarang kemudian dia membela dengan menyudutkan NU dan Muhammadiyah, ini jel...

Wagub DKI Benarkan Sanksi Denda Progresif Pelanggar Protokol Kesehatan Dihapus

 JAKARTA,-  Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan sanksi denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan di Jakarta dihapus. Penghapusan denda progresif seiring dengan mulai berlakunya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan COVID-19. Riza menyatakan bahwa penghapusan tersebut dimaksudkan agar aturan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) memiliki keselarasan dengan Perda yang ada dan berlaku. "Jadi denda progresif itu di Pergub 79 kenapa dihapuskan? Karena kita keluarkan Pergub Nomor 3 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2020. Jadi jangan sampai Pergub membuat kebijakan melebihi daripada Perda. Karena di Perdanya tidak ada progresif, jadi kita juga tidak ada progresif," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/1/2021), seperti dikutip Antara. Baca juga: Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi... Denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan itu, terter...

Tersinggung Disebut Ganteng, Pria 45 Tahun Buntuti dan Bacok Teman Satu Kos hingga Tewas

 Seorang pria nekat menganiaya teman satu kosnya hingga tewas. Penganiyaan berujung maut itu terjadi hanya gara-gara korban menyebut pelaku ganteng. Pelaku yang tersinggung lalu membuntuti korban lalu membacok korban sebanyak empat kali hingga tewas. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak di Riau, menangkap seorang pelaku pembunuhan terhadap teman satu kos di Riau. Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto mengatakan, pelaku pembunuh berinisial KS (45) alias Kuna alias Bai warga asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pelaku membunuh teman satu kos bernama Susiato alias Yanto. Pemicu pembunuhan ini terkesan sepele, karena pelaku membunuh hanya karena disebut ganteng oleh korban. "Korban bilang ke pelaku. Tumben, kok ganteng kali, mau ke mana. Karena ucapan itu, membuat pelaku tersinggung," ungkap Gunar kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApps, Kamis (21/1/2021). "Jadi morif pembunuhan ini, karena pelaku merasa tersinggung ketika disebut ganteng oleh korban," tamb...