Skip to main content

Korban Tumbal kisah nyata

 Cerita ini sahih terjadi. Saya punya saudara termuda wanita   yg selisih umurnya 2 tahun pada bawah aku . Sejak beliau pindah tempat tinggal   ke tempat tinggal   mertuanya, beliau tak jarang sakit-sakitan.
Hidupnya selalu kekurangan. Tapi, beliau perempuan   yg gak mau tinggal diam. Dia mencari cara buat mencukupi kebutuhan keluarganya menggunakan berjualan kuliner pada depan rumahnya.Dia berobat ke dokter. Sampai pada-USG, dokter bilang beliau hamil. Dia tak jarang cerita ke aku  mengenai penyakitnya. Tapi, beliau bahagia  ketika tau jibila ternyata beliau hamil. Saya gak percaya ketika aku  lihat foto USG-nya. Saya bilang ini aneh.


Biasanya, USG kandungan pada awal kehamilan gambarnya bulat. Tapi, ini misalnya gunung kecil. Hampir seperti segitiga. Saya anjurkan beliau buat beli test pack. Dia tes, hasilnyanegatif. Coba sekali lagi. Hasilnya sama. Negatif juga.
Sejak itu, beliau mulai pulang berobat ke orang pandai . Seorang kakek. Kakek itu bilang beliau disantet. Ada sesuatu yg ditanam pada depan rumahnya. Setelah 2 kali berobat menggunakan kakek itu, beliau ngerasa enakan.
Tapi, itu nir berlangsung lama, lantaran seminggu lalu ternyata kumat lagi. Dia balik  mengeluarkan darah & perutnya makin sakit.


Dia pulang berobat ke loka lain. Orang pandai  juga. Jawabannya relatif mengerikan.Adik aku  itu sedang hamil secara gaib. Janin yg pada pada perutnya merupakan bayi ular. Ternyata, beliau digauli setan yg berwajah menyerupai suaminya.

Bahkan, setan itu merasuki suaminya ketika menggauli saudara termuda aku . Maaf, ini bukan cerita porno. Tapi, ini kenyataan.

Setan itu berwujud ular. Kadang menyerupai sosok laki-laki  rupawan. Bahkan sangat tampan. Dan ular itu dipelihara sang seorang yg melakukan pesugihan, & saudara termuda aku  merupakan calon korbannya menjadi tumbal pesugihan.Usut punya usut, ternyata pelakunya merupakan tetangga yg rumahnya dekat menggunakan tempat tinggal   saudara termuda aku . Penduduk pada sana poly yg tau cerita itu akan tetapi seluruh bungkam. Tidak sanggup mengungkapkan apa-apa. Lantaran takut diganggu.


Sudah poly korban pada wilayah sana. Semua korbannya merupakan perempuan   belia umur 20-35 tahun.


Penulis: Mbahjarrot

Sumber: ceritamistis.com


Comments

Popular posts from this blog

Puisi Fadli Zon Berjudul Negeri di Tepi Jurang Disambut Prokontra Warganet

 JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menulis puisi berjudul "Negeri di Tepi Jurang". Puisi tersebut dipostingnya di lini masa akun Twitternya. Dalam puisi itu, Fadli menuliskan tentang kisah negeri yang sedang berada di tepi jurang akibat berbagai persoalan di antaranya pandemi, utang dan berbagai bencana yang terjadi. Puisi yang ditulisnya pada Rabu (20/1/2021) hari ini ditutup dengan doa meminta kepada Allah SWT untuk menyelamatkan negeri dan rakyat. Berikut isi puisinya: NEGERI DI TEPI JURANG Apalagi yang mau kita katakan Kata-kata berujung bui Apalagi yang mau kita suarakan Suara-suara berkabung sunyi Apalagi yang mau kita lakukan Semua dilarung tirani Negeri di tepi jurang Dililit utang terus menjulang Wabah pandemi mengoyak bumi ketimpangan makin tinggi bencana dimana-mana di darat di laut di udara Negeri di tepi jurang Dijangkiti kebohongan kebencian kemunafikan Negeri di tepi jurang Dilanda kesombongan kebengisan penindasan Ya Allah Selamatkan negeri ini Sel...

Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7.000 Semangkuk

  YOGYAKARTA ,- Mi ayam tentu tidak asing di telinga masyarakat. Di Yogyakarta, warung mi ayam cukup mudah ditemukan dengan berbagai kekhasan rasa dan variasinya. Salah satunya adalah warung makan Bakso Mi Ayam "Telolet" di Jalan Moses Gatotkaca, Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman. Selain namanya unik, yang berbeda adalah penjual mi ayam ini seorang perempuan asal Belanda, bernama Charlotte Peeters. Baca juga: Gara-gara Fortuner, Anak Gugat Ibu Kandungnya, Berikan atau Bayar Sewa Rp 200 Juta Selain memasak mi ayam, perempuan kelahiran Belanda ini juga mengantarkan pesanan ke pembelinya. Ia pun sangat ramah dan murah senyum kepada siapa pun. Selain itu, Charlotte Peeters juga mahir berbahasa Indonesia. Charlotte Peeters menceritakan, dirinya dan suami Arya Andika Widyadana memang memiliki usaha di bidang pariwisata. Namun, saat ini sepi karena pandemi Covid-19. "Kami harus mencari pemasukan yang lain untuk bisa survive," ujar Charlotte Peeters saat ditemui di warung...

Wagub DKI Benarkan Sanksi Denda Progresif Pelanggar Protokol Kesehatan Dihapus

 JAKARTA,-  Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan sanksi denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan di Jakarta dihapus. Penghapusan denda progresif seiring dengan mulai berlakunya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan COVID-19. Riza menyatakan bahwa penghapusan tersebut dimaksudkan agar aturan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) memiliki keselarasan dengan Perda yang ada dan berlaku. "Jadi denda progresif itu di Pergub 79 kenapa dihapuskan? Karena kita keluarkan Pergub Nomor 3 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2020. Jadi jangan sampai Pergub membuat kebijakan melebihi daripada Perda. Karena di Perdanya tidak ada progresif, jadi kita juga tidak ada progresif," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/1/2021), seperti dikutip Antara. Baca juga: Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi... Denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan itu, terter...