Skip to main content

Kisah Penggila Judi Togel Berteman dengan Setan

 Rumah produksi MBK Productions mencoba mengangkat kisah konkret yg acapkali dilakukan rakyat misalnya permainan judi Toto gelap (togel). Untik menerima nomer jitu tak jarang masyarakat minta donasi setan .

“Nah kisah tadi yg coba kami angkat ke layar lebar menggunakan layar belakang rakyat Sunda pada tahun 1970 – 1980 dimana waktu itu judi togel tengah berjaya. Judul filmnya Djoerig Salawe,” kata

Sahrul Gibran, oleh sutradara.
Untuk mengenalkan lebih dekat pada rakyat pecinta film horor Indonesia, dalam Rabu (12/2/2020), bertempat pada Studio Plaza Senayan XXI



MBK pun sudah merilis teaser trailer & poster film bergenre horor bertajuk ‘Djoerig Salawe’ ini menggunakan menghadirkan para pemainnya misalnya Joe P Project, Fico Fahreza, Aming, Ben Kasyafani, Nadine Alexandra, Anyun, Babe Cabita, Dimas Andrean, Gabriella Desta, Inggrid Widjanarko, Mongol & Candil.‘Djoerig Salawe’ ini bercerita mengenai Adang & Asep yg bersaing sebagai calon lurah. Meski menang pada pemilihan, Adang pun bangkrut & ditinggal istri, kemudian dia pulang ke dukun buat menerima kekayaan menggunakan cara bermain judi.

Selain bersaing menerima jabatan, Adang & Asep pun berlomba memikat hati seseorang gadis kembang desa bernama Mince.




“Kami coba menyuguhkan adegan yg mencekam & disisipkan perbedaan makna komedi.Selama ini film horor kan mendebarkan & brutal. Sekarang penonton menerima tontonan horor kombinasi komedi,” ujar Sahrul, pada Studio Plaza Senayan XXI, Rabu (12/2).

Teaser berdurasi satu mnt itu dibuka menggunakan Adang yg wajib  mencabut nisan berdasarkan kuburan orang mati sehari sebelumnya. Adang melakukan itu atas dasar perintah dukun Rojan yg telah disogoknya menggunakan jabatan wakil lurah.

Selanjutnya, keadaan desa mencekam sesudah mayat yg dicabut nisannya itu bergentayangan menakuti rakyat. Namun, terlihat Adang diteror hantu tadi & mengancam akan membakar nisannya. Selanjutnya bagaimana?


Comments

Popular posts from this blog

Puji FPI tapi jelekkan NU, Muannas anggap Pandji sengaja adu domba

 Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid bereaksi keras atas ungkapan yang dilontarkan komika Pandji Pragiwaksono soal FPI. Dia menilai apa yang disampaikan Pandji, termasuk menyudutkan NU dan Muhammadiyah adalah cara tak bijak. Dia pun kemudian menduga jika Pandji tengah berusaha melakukan upaya adu domba. Diketahui sebelumnya Pandji menilai langkah Pemerintah membubarkan organisasi FPI bukan cara tepat. Selain itu FPI dia anggap sebagai salah satu ormas yang cukup banyak membantu masyarakat, utamanya kelas bawah. Berbeda dengan NU dan Muhammadiyah yang dinilai berbeda. Terkait hal ini Muannad lantas menyemprot Pandji atas puja-pujanya terhadap FPI dan sudutkan NU serta Muhammadiyah. “Sebutan Pandji NU dan Muhammadiyah jauh dari masyarakat itu bohong. Coba Anda cek sendiri acara di kampung-kampung, pengajian, tahlilan, rutinan, itu NU,” katanya. “Terus karena FPI hari ini sesuai maklumat Kapolri ada ormas terlarang kemudian dia membela dengan menyudutkan NU dan Muhammadiyah, ini jel...

Wagub DKI Benarkan Sanksi Denda Progresif Pelanggar Protokol Kesehatan Dihapus

 JAKARTA,-  Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan sanksi denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan di Jakarta dihapus. Penghapusan denda progresif seiring dengan mulai berlakunya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan COVID-19. Riza menyatakan bahwa penghapusan tersebut dimaksudkan agar aturan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) memiliki keselarasan dengan Perda yang ada dan berlaku. "Jadi denda progresif itu di Pergub 79 kenapa dihapuskan? Karena kita keluarkan Pergub Nomor 3 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2020. Jadi jangan sampai Pergub membuat kebijakan melebihi daripada Perda. Karena di Perdanya tidak ada progresif, jadi kita juga tidak ada progresif," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/1/2021), seperti dikutip Antara. Baca juga: Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi... Denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan itu, terter...

Tersinggung Disebut Ganteng, Pria 45 Tahun Buntuti dan Bacok Teman Satu Kos hingga Tewas

 Seorang pria nekat menganiaya teman satu kosnya hingga tewas. Penganiyaan berujung maut itu terjadi hanya gara-gara korban menyebut pelaku ganteng. Pelaku yang tersinggung lalu membuntuti korban lalu membacok korban sebanyak empat kali hingga tewas. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak di Riau, menangkap seorang pelaku pembunuhan terhadap teman satu kos di Riau. Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto mengatakan, pelaku pembunuh berinisial KS (45) alias Kuna alias Bai warga asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pelaku membunuh teman satu kos bernama Susiato alias Yanto. Pemicu pembunuhan ini terkesan sepele, karena pelaku membunuh hanya karena disebut ganteng oleh korban. "Korban bilang ke pelaku. Tumben, kok ganteng kali, mau ke mana. Karena ucapan itu, membuat pelaku tersinggung," ungkap Gunar kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApps, Kamis (21/1/2021). "Jadi morif pembunuhan ini, karena pelaku merasa tersinggung ketika disebut ganteng oleh korban," tamb...